KALAU KAU LAGI SENDIRIAN
kala kau terkurung dalam kesendirian lama
waktu hanya kan membawamu meniti rindu yang membukit
rawan terperosok jurang imajinasi tak membumi
hingga perlahan pasti semilir kegelisahan menimpa
membuatmu bertanya : akankah kesendirian berakhir segera?
maka jika tampak di mata
bocah kecil memanggil ibu pada teman sebaya,
hatimu teriris terluka
(terperosok dari bukit rindu ke kubangan putus asa).
kau pun berkata : ah, kenapa dulu ku berdiam terlalu lama?
kenapa ku ttunduk pada kejamnya kriteria?
kenapa saat cinta pernah ada, tak segera kugenapi agama?
lalu puisiku menyapa, mengetuk pintu hati
kemudian perlahan terbuka.